Merawat Mr. P Agar Tetap Joss !
Seiring dengan bertambahnya usia dan banyak faktor yang mempengaruhi hilangnya kekuatan Mr. P dan potensi seksual karena itu bagian tumbuh yang dibanggakan pria ini memerlukan tune up seperti halnya mesin kendaraan.
Kemacetan darah di sekitar dan dalam organ seksual menyebabkan masalah dan kehilangan kekuatan Mr. P pada pria yang akhirnya berdampak pada potensi seksual. Tetapi jangan terlalu khawatir perubahan dalam gaya hidup dapat membantu mencapai potensi yang diharapkan.
Walaupun saran-saran ini tidak menjamin perubahan bagi setiap orang, setidaknya dapat membantu memperbaiki banyak kekhawatiran. Perlu diingat sikap positif akan menghasilkan hasil yang positif pula.
Olahraga
Agar dapat mencapai ereksi penuh, anda harus tetap menjaga aliran darah pada penis. Dengan olahraga secara teratur, sirkulasi darah akan semakin meningkat dan akhirnya terhindar dari kemacetan darah termasuk aliran darah ke penis.
Merubah pola makan
Konsumsi lebih banyak produk kacang kedelai, sayuran segar, buah-buahan dan seafood dan menjaga makan berlemak dalam jumlah minimum. Pola makan akan secara langsung berpengaruh terhadap kebugaran dan jika anda ingin menjadi yang terbaik, perlakukan tubuh anda dengan baik sehingga penis merasakan pengaruhnya.
Konsumsi suplemen herbal dan vitamin
Suplemen herbal dan vitamin memiliki sedikit kerugian. Tingkatkan energi anda dengan suplemen seperti ginseng dan vitamin B12. Peningkatan energi ini dapat meningkatkan kepercayaan yang gilirannya memberikan pengaruh positif pada penis, termasuk suplemen alami.
Berhenti merokok, alkohol dan obat-obatan
Bukan rahasia lagi semua obat-obatan berbahaya dan tidak diperlukan. Jika anda perokok, berhentilah segera karena fakta menunjukkan perokok memiliki ereksi lebih kecil dibanding non perokok. Pembuluh darah berkontraksi ketika asap masuk dalam tubuh dan aliran darah sehingga mencegah penis mencapai potensi penuh.
Pijat pangkal paha sesering mungkin
Sepertinya halnya olahraga, memijat juga dapat membantu aliran darah. Pijat daerah sekitar penis untuk mendapatkan sirkulasi darah dan energi seksual. Pijatan setiap hari dapat membantu meningkatkan keadaan.
Walaupun terdengar sedikit membosankan, tips ini aspek penting dalam meningkatkan energi dan pertumbuhan seksual bagi pria. Kepercayaan mungkin menjadi aspek terpenting dari setiap pengalaman seksual yang anda lakukan. Tetapi jika anda mempraktekan seluruh saran diatas, kepercayaan akan semakin meningkat.
Sumber : http://solusisuamiistri.com/249/merawat-mr-p-agar-tetap-joss
Khusus Pria-kesehatan pria
Seputar masalah Pria (male/man) dewasa(Adult) khususnya reproduksi, berkaiatan dengan penis, zakar.
Senin, 26 Maret 2012
Fakta-fakta tentang SUNAT/KHITAN yang mungkin belum anda ketahui!!
Fakta-fakta tentang SUNAT/KHITAN yang mungkin belum anda ketahui!!
Rasanya supaya lebih berimbang, kita perlu memperhatikan pendapat para ahli yang kontra terhadap sirkumsisi.
Berbeda dari penemuan-penemuan sebelumnya yang menyarankan sunat bagi kesehatan/kebersihan, mereka menemukan beberapa keuntungan kulup dari segi medis.
a. Genital Integrity. Keutuhan genital. Kalau mengakui bahwa manusia dilahirkan dengan fungsi-fungsi lengkap maka demikian pula alat kelaminnya. Kulit kulup menyelimuti hampir setengah dari seluruh kulit penis. Dan apabila kulit itu dibuka lebar-lebar, ukurannya bisa mencapai 90 cm2.
b. Proteksi. Kulit kulup melindungi kepala penis dari kekeringan, pengapalan (keratinisasi), abrasi. Apabila orang disunat masa kanak-kanak dan remaja, akan terlihat warna kulit yang berbeda dari kulit batang sekitar kepala penis dan kulit batang di pangkal penis. Biasanya dari kepala penis beberapa sentimeter darinya berwarna lebih muda daripada sesudahnya - dibatasi oleh luka sunat. Kulit yang berbeda warna ini menandakan bahwa kulit di kepala penis dan batang sekitarnya dahulunya lebih lembab dan sensitif. Kalau disunat sejak bayi maka tidak ada perbedaan jauh antara kulit batang dan kepalanya. Semuanya hampir sama.
c. Jurnal oleh Taylor, dkk menemukan adanya jaringan kulit yang terdiri dari implus syaraf seksual dalam kulup. Bagian ini disebut ridged band. Lihat : research.cirp.org
d. Aksli gliding. Kulup merupakan satu-satunya bagian dari penis yang "bergerak". Dalam banyak aktivitas seksual kepala penis dan kulit kulup bekerja sama. Keluar masuk menggesek kulit kulup dan kepala penis. Tindakan menggesek kulup keluar masuk kepala penis ini sangat merangsang karena simpul saraf dalam kulup terangsang oleh gesekan kepala penis tanpa bersentuhan langsung dengan kulit tangan. Kenikmatan akibat gesekan kulit kepala dengan kulit kulup ini tidak bisa dimengerti oleh orang yang disunat sejak lahir/sejak masa kecilnya.
Jangan tanyakan kepada orang yang disunat semenjak bayi atau anak-anak. Tanyakan kepada orang yang disunat semenjak dia remaja atau dewasa. Survey (saya ada linknya) banyak orang yang disunat dewasa merindukan geseken kulup mereka yang "hilang". Kemungkinan saat remaja mereka sudah terbiasa bermasturbasi dan berhubungan seks melibatkan kulup. Orang yang sudah disunat semenjak bayi atau anak-anak tidak terasa memiliki perubahan berarti (well, toh mereka memang tidak pernah merasa memiliki kulup).
Jangan tanyakan pula kepada orang dewasa yang baru-baru saja disunat. Kepala penis baru saja terekspos, dan dia, dengan segala euphorianya, baru saja mengalami bentuk penis yang baru. Kehidupan seksualnya tentu saja akan menghangat karena hal-hal tadi. Tetapi coba tanyakan kepadanya sekitar 6 bulan sampai dua tahun ke depan apakah ada perubahan semasa dia sebelum dan sesudah disunat. Degradasi sensitivitas kepala penis akan menurun dan cara bermasturbasinya akan berubah. Karena pusat sensitivitasnya hilang, banyak yang beralih ke bekas luka sunat, pangkal penis, dsb.
Banyak orang sunat yang menganggap bahwa bekas luka sunatnya sensitif. Berbeda dengan orang berkulup yang lebih senang memainkan ujung penisnya dibandingkan pangkal.
Untuk hubungan heteroseksual, kepala
penis yang sudah disunat berfungsi sebagai katup satu arah/pembuka saja, yang membawa cairan vagina ke udara luar/mengering sehingga dalam hubungan seksual butuh pelumas buatan. Berbeda dengan penis berkulup, dengan dengan cepat mengeluarkan carian apabila kulit kulup digesek dengan kepala penis, untuk menghasilkan pelumas alami.
Cairan pelumas alami ini muncul dan dilindungi oleh kulit kulup yang menutup saat kopulasi.
e. Penelitian kulit kulup oleh Taylor dkk selanjutnya membuktikan banyaknya simpul saraf reseptor yang disebut Meissner Corpuscles yang membentuk jaringan sensory utama dalam penis. Kulit kulup teridiri dari 10.000 sampai 20.000 simpul saraf yang peka terhadap sentuhan dan gesekan, perubahan suhu dan gradasi tekstur jaringan.
f. Frenulum, jaringan kulit berbentuk Y yang ada di kepala penis bagian bawah. Inilah tempat bersatunya kulit kepala penis dan kulit kulup. Sejenis dengan jaringan frenula kulit dibawah lidah kita (jaringan tipis penghubung lidah dan bawah mulut) . Banyak orang belum sunat merasakan kalau iniliah G Spotnya pria. Tergantung jenisnya, frenulum banyak dirusak/dibuang oleh operasi sunat.
g. Penis banyak memiliki pembuluh darah arteri dorsal dan vernal yang berfungsi memberi makanan pada sel-sel kulit dan menunjang pertumbuhan sel. Banyak pembuluh darah ini memiliki jalur dua arah /bolak balik. Pada operasi sunat pembuluh darah ini dirusak dan atau menjadi buntu. Efeknya sekitar kulit batang dekat kepala penis banyak pembuluh darah yang mati karena terputus oleh operasi.
h. Pertahanan kekebalan tubuh. Bagian kulup yang disebut muscosa yang lembut berfungsi menghasilkan sel-sel plasma, yang menghasilkan antibodi immunoglobin, protein anti bakteri dan virus, seperti lysozyme. Semua bagian mucosa pada tubuh manusia, termasuk mulut, mata, vagina, kulup dan anus adalah benteng pertama tubuh dalam pertahanan penyakit. Banyak penelitian justru membuktikan bahwa orang berkulup memiliki resiko terkena chlamydia dan penyakit menular seksual lainnya yang lebih rendah.
i. Sel langerhaens. Sel ini mengeluarkan sejenis protein yang diduga berfungsi mengendalikan infeksi dari virus termasuk AIDS (penelitian masih berlanjut).
j. dsb
Beberapa fakta tentang sirkumsisi :
a. Ikatan Dokter Anak Amerika sudah melarang orang tua menyunatkan anaknya dengan membiarkan anaknya memutuskan sendiri setelah ia dewasa.
b. Sirkumsisi diterapkan pertama kali oleh kaum di Afrika Timur, jauh sebelum masa-masa Abraham/Yahudi. Tindakan ini dilakukan sebagai ritual pemurnian.
Karena saat itu dikenal bahwa kulup sumber kenikmatan yang merupakan "dosa".
c. Sunat diterapkan kepada kaum pekerja dan budak di Mesir kuno supaya mereka tidak bermasturbasi dan tidak perlu mencuci kulup (lebih irit pemeliharaannya di padang gurun dimana air dianggap sangat berharga).
Keluarga firaun dan bangsawan Mesir tidak disunat.
d. Bangsa Romawi dan Yunani sangat memuja kulup. Dan mereka menerapkan paham dan hukum-hukum yang mencegah operasi sirkumsisi. Salah satunya penggunaan aksesoris penis kynodesme. Silakan googling.
Sumber : http://fakta7.blogspot.com/2011/09/rasanya-supaya-lebih-berimbang-kita.html
Sumber :
Rasanya supaya lebih berimbang, kita perlu memperhatikan pendapat para ahli yang kontra terhadap sirkumsisi.
Berbeda dari penemuan-penemuan sebelumnya yang menyarankan sunat bagi kesehatan/kebersihan, mereka menemukan beberapa keuntungan kulup dari segi medis.
a. Genital Integrity. Keutuhan genital. Kalau mengakui bahwa manusia dilahirkan dengan fungsi-fungsi lengkap maka demikian pula alat kelaminnya. Kulit kulup menyelimuti hampir setengah dari seluruh kulit penis. Dan apabila kulit itu dibuka lebar-lebar, ukurannya bisa mencapai 90 cm2.
b. Proteksi. Kulit kulup melindungi kepala penis dari kekeringan, pengapalan (keratinisasi), abrasi. Apabila orang disunat masa kanak-kanak dan remaja, akan terlihat warna kulit yang berbeda dari kulit batang sekitar kepala penis dan kulit batang di pangkal penis. Biasanya dari kepala penis beberapa sentimeter darinya berwarna lebih muda daripada sesudahnya - dibatasi oleh luka sunat. Kulit yang berbeda warna ini menandakan bahwa kulit di kepala penis dan batang sekitarnya dahulunya lebih lembab dan sensitif. Kalau disunat sejak bayi maka tidak ada perbedaan jauh antara kulit batang dan kepalanya. Semuanya hampir sama.
c. Jurnal oleh Taylor, dkk menemukan adanya jaringan kulit yang terdiri dari implus syaraf seksual dalam kulup. Bagian ini disebut ridged band. Lihat : research.cirp.org
d. Aksli gliding. Kulup merupakan satu-satunya bagian dari penis yang "bergerak". Dalam banyak aktivitas seksual kepala penis dan kulit kulup bekerja sama. Keluar masuk menggesek kulit kulup dan kepala penis. Tindakan menggesek kulup keluar masuk kepala penis ini sangat merangsang karena simpul saraf dalam kulup terangsang oleh gesekan kepala penis tanpa bersentuhan langsung dengan kulit tangan. Kenikmatan akibat gesekan kulit kepala dengan kulit kulup ini tidak bisa dimengerti oleh orang yang disunat sejak lahir/sejak masa kecilnya.
Jangan tanyakan kepada orang yang disunat semenjak bayi atau anak-anak. Tanyakan kepada orang yang disunat semenjak dia remaja atau dewasa. Survey (saya ada linknya) banyak orang yang disunat dewasa merindukan geseken kulup mereka yang "hilang". Kemungkinan saat remaja mereka sudah terbiasa bermasturbasi dan berhubungan seks melibatkan kulup. Orang yang sudah disunat semenjak bayi atau anak-anak tidak terasa memiliki perubahan berarti (well, toh mereka memang tidak pernah merasa memiliki kulup).
Jangan tanyakan pula kepada orang dewasa yang baru-baru saja disunat. Kepala penis baru saja terekspos, dan dia, dengan segala euphorianya, baru saja mengalami bentuk penis yang baru. Kehidupan seksualnya tentu saja akan menghangat karena hal-hal tadi. Tetapi coba tanyakan kepadanya sekitar 6 bulan sampai dua tahun ke depan apakah ada perubahan semasa dia sebelum dan sesudah disunat. Degradasi sensitivitas kepala penis akan menurun dan cara bermasturbasinya akan berubah. Karena pusat sensitivitasnya hilang, banyak yang beralih ke bekas luka sunat, pangkal penis, dsb.
Banyak orang sunat yang menganggap bahwa bekas luka sunatnya sensitif. Berbeda dengan orang berkulup yang lebih senang memainkan ujung penisnya dibandingkan pangkal.
Untuk hubungan heteroseksual, kepala
penis yang sudah disunat berfungsi sebagai katup satu arah/pembuka saja, yang membawa cairan vagina ke udara luar/mengering sehingga dalam hubungan seksual butuh pelumas buatan. Berbeda dengan penis berkulup, dengan dengan cepat mengeluarkan carian apabila kulit kulup digesek dengan kepala penis, untuk menghasilkan pelumas alami.
Cairan pelumas alami ini muncul dan dilindungi oleh kulit kulup yang menutup saat kopulasi.
e. Penelitian kulit kulup oleh Taylor dkk selanjutnya membuktikan banyaknya simpul saraf reseptor yang disebut Meissner Corpuscles yang membentuk jaringan sensory utama dalam penis. Kulit kulup teridiri dari 10.000 sampai 20.000 simpul saraf yang peka terhadap sentuhan dan gesekan, perubahan suhu dan gradasi tekstur jaringan.
f. Frenulum, jaringan kulit berbentuk Y yang ada di kepala penis bagian bawah. Inilah tempat bersatunya kulit kepala penis dan kulit kulup. Sejenis dengan jaringan frenula kulit dibawah lidah kita (jaringan tipis penghubung lidah dan bawah mulut) . Banyak orang belum sunat merasakan kalau iniliah G Spotnya pria. Tergantung jenisnya, frenulum banyak dirusak/dibuang oleh operasi sunat.
g. Penis banyak memiliki pembuluh darah arteri dorsal dan vernal yang berfungsi memberi makanan pada sel-sel kulit dan menunjang pertumbuhan sel. Banyak pembuluh darah ini memiliki jalur dua arah /bolak balik. Pada operasi sunat pembuluh darah ini dirusak dan atau menjadi buntu. Efeknya sekitar kulit batang dekat kepala penis banyak pembuluh darah yang mati karena terputus oleh operasi.
h. Pertahanan kekebalan tubuh. Bagian kulup yang disebut muscosa yang lembut berfungsi menghasilkan sel-sel plasma, yang menghasilkan antibodi immunoglobin, protein anti bakteri dan virus, seperti lysozyme. Semua bagian mucosa pada tubuh manusia, termasuk mulut, mata, vagina, kulup dan anus adalah benteng pertama tubuh dalam pertahanan penyakit. Banyak penelitian justru membuktikan bahwa orang berkulup memiliki resiko terkena chlamydia dan penyakit menular seksual lainnya yang lebih rendah.
i. Sel langerhaens. Sel ini mengeluarkan sejenis protein yang diduga berfungsi mengendalikan infeksi dari virus termasuk AIDS (penelitian masih berlanjut).
j. dsb
Beberapa fakta tentang sirkumsisi :
a. Ikatan Dokter Anak Amerika sudah melarang orang tua menyunatkan anaknya dengan membiarkan anaknya memutuskan sendiri setelah ia dewasa.
b. Sirkumsisi diterapkan pertama kali oleh kaum di Afrika Timur, jauh sebelum masa-masa Abraham/Yahudi. Tindakan ini dilakukan sebagai ritual pemurnian.
Karena saat itu dikenal bahwa kulup sumber kenikmatan yang merupakan "dosa".
c. Sunat diterapkan kepada kaum pekerja dan budak di Mesir kuno supaya mereka tidak bermasturbasi dan tidak perlu mencuci kulup (lebih irit pemeliharaannya di padang gurun dimana air dianggap sangat berharga).
Keluarga firaun dan bangsawan Mesir tidak disunat.
d. Bangsa Romawi dan Yunani sangat memuja kulup. Dan mereka menerapkan paham dan hukum-hukum yang mencegah operasi sirkumsisi. Salah satunya penggunaan aksesoris penis kynodesme. Silakan googling.
Sumber : http://fakta7.blogspot.com/2011/09/rasanya-supaya-lebih-berimbang-kita.html
Sumber :
Rabu, 21 Maret 2012
Waspada, Penyakit Ini Menyerang Testis Pria
Ghiboo.com - Testis merupakan organ reproduksi terpenting bagi pria. Di testis, proses pembentukan sel sperma dan pembentukan hormon testosteron diproduksi. Sehingga, kesehatan testis amat perlu diperhatikan demi mencegah berbagai penyakit yang tak diinginkan.
Namun, ada kalanya bagi kaum adam untuk mengetahui beberapa penyakit yang mungkin dapat terjadi pada testis. Tertarik untuk tahu? Ikuti penjelasannya berikut, seperti dilansir melalui intimatemedicine, Selasa (20/3).
Kista di sekitar skrotum
Kista di sekitar skrotum (kantung kemaluan) dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Ketika ukurannnya masih kecil, biasanya dokter tidak melakukan tindakan karena pertumbuhan kista tersebut dianggap tidak berbahaya. Namun, kista yang sudah besar justru lebih menyakitkan dan mengganggu, dan harus diangkat dengan operasi.
Pria bisa merasakan adanya kista di sekitar skrotum testis saat meraba bagian tersebut. Kista ini seperti benjolan, rasa nyeri di testis dan pembuluh vena terasa tegang saat disentuh. Kista ini berisikan cairan jenih dan tidak berwarna.
Hidrokel
Istilah hidrokel berasal dari Yunani dan itu berarti kantong air. Penyakit ini terjadi berupa pembengkakan tanpa rasa sakit dari skrotum yang disebabkan pengumpalan cairan di sekitar testis. Hidrokel primer (alami) mulai terlihat sejak usia 2 tahun, sedangkan hidrokel sekunder kerap terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Penyakit ini sungguh menyakitkan, dan biasanya timbul akibat adanya cedera, peradangan atau infeksi.
Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah skrotum membesar, sehingga membuat penderitanya merasa memiliki testisnya berat. Karena mengganggu dan menyakitkan, dokter akan memompa cairan untuk dikeluarkan. Biasanya, pembesaran lebih sering terjadi pada bagian kanan.
Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada kedua sisi testis, atau hanya satu sisi saja, sehingga menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri dan demam. Orkitis dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri dan virus. Jika disebabkan oleh virus, orkitis bisa disembuhkan dengan antibiotik.
Gejalanya berupa pembengkakan testis, testis terasa berat, demam, sekresi penis dan rasa sakit saat melakukan hubungan seks, kencing atau ejakulasi. Dalam kasus ekstrim, darah bisa keluar dari air mani. Mengobati orkitis bisa dilakukan dengan suntikan. Untuk pencegahan bisa menggunakan kondom karena penyakit ini bisa timbul karena melakukan hubungan seksual berisiko.
Torsio testis
Penyakit ini kerap terjadi pada anak laki-laki atau remaja, namun pria dewasa juga berisiko mengalaminya. Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus (selaput yang membungkus testis). Akibatnya testis mudah melintir atau berputar, sehingga akan menghentikan aliran darah ke testis.
Untuk mengobatinya, dokter harus mengembalikan testis ke posisi semula untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Jika tak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan testis rusak, sehingga harus diangkat. Beberapa penyebabnya, antara lain adalah perubahan suhu udara mendadak (seperti saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, atau celana yang terlalu ketat.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/waspada-penyakit-ini-menyerang-testis-pria-030100186.html
Namun, ada kalanya bagi kaum adam untuk mengetahui beberapa penyakit yang mungkin dapat terjadi pada testis. Tertarik untuk tahu? Ikuti penjelasannya berikut, seperti dilansir melalui intimatemedicine, Selasa (20/3).
Kista di sekitar skrotum
Kista di sekitar skrotum (kantung kemaluan) dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Ketika ukurannnya masih kecil, biasanya dokter tidak melakukan tindakan karena pertumbuhan kista tersebut dianggap tidak berbahaya. Namun, kista yang sudah besar justru lebih menyakitkan dan mengganggu, dan harus diangkat dengan operasi.
Pria bisa merasakan adanya kista di sekitar skrotum testis saat meraba bagian tersebut. Kista ini seperti benjolan, rasa nyeri di testis dan pembuluh vena terasa tegang saat disentuh. Kista ini berisikan cairan jenih dan tidak berwarna.
Hidrokel
Istilah hidrokel berasal dari Yunani dan itu berarti kantong air. Penyakit ini terjadi berupa pembengkakan tanpa rasa sakit dari skrotum yang disebabkan pengumpalan cairan di sekitar testis. Hidrokel primer (alami) mulai terlihat sejak usia 2 tahun, sedangkan hidrokel sekunder kerap terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Penyakit ini sungguh menyakitkan, dan biasanya timbul akibat adanya cedera, peradangan atau infeksi.
Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah skrotum membesar, sehingga membuat penderitanya merasa memiliki testisnya berat. Karena mengganggu dan menyakitkan, dokter akan memompa cairan untuk dikeluarkan. Biasanya, pembesaran lebih sering terjadi pada bagian kanan.
Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada kedua sisi testis, atau hanya satu sisi saja, sehingga menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri dan demam. Orkitis dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri dan virus. Jika disebabkan oleh virus, orkitis bisa disembuhkan dengan antibiotik.
Gejalanya berupa pembengkakan testis, testis terasa berat, demam, sekresi penis dan rasa sakit saat melakukan hubungan seks, kencing atau ejakulasi. Dalam kasus ekstrim, darah bisa keluar dari air mani. Mengobati orkitis bisa dilakukan dengan suntikan. Untuk pencegahan bisa menggunakan kondom karena penyakit ini bisa timbul karena melakukan hubungan seksual berisiko.
Torsio testis
Penyakit ini kerap terjadi pada anak laki-laki atau remaja, namun pria dewasa juga berisiko mengalaminya. Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus (selaput yang membungkus testis). Akibatnya testis mudah melintir atau berputar, sehingga akan menghentikan aliran darah ke testis.
Untuk mengobatinya, dokter harus mengembalikan testis ke posisi semula untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Jika tak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan testis rusak, sehingga harus diangkat. Beberapa penyebabnya, antara lain adalah perubahan suhu udara mendadak (seperti saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, atau celana yang terlalu ketat.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/waspada-penyakit-ini-menyerang-testis-pria-030100186.html
Custom Search
Minggu, 18 Maret 2012
15 Penyebab Infertilitas Pria
Definisi infertilitas menurut WHO adalah tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Menurut data demografis dunia, 12,5 % pasangan usia subur mengalami kesulitan mendapatkan anak.
Infertilitas terutama lebih banyak terjadi di kota-kota besar karena gaya hidup yang penuh stres, emosional dan kerja keras serta pola makan yang tidak seimbang. Infertilitas dapat terjadi dari sisi pria, wanita, kedua-duanya, maupun pasangan. Disebut infertilitas pasangan bila terjadi penolakan sperma suami oleh istri sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antigen/antibodi pasangan tersebut.
Dari sisi pria, penyebab infertilitas yang paling umum terjadi adalah:
1. Bentuk dan gerakan sperma yang tidak sempurna
Sperma harus berbentuk sempurna serta dapat bergerak cepat dan akurat menuju ke telur agar dapat terjadi pembuahan. Bila bentuk dan struktur (morfologi) sperma tidak normal atau gerakannya (motilitas) tidak sempurna sperma tidak dapat mencapai atau menembus sel telur.
2. Konsentrasi sperma rendah
Konsentrasi sperma yang normal adalah 20 juta sperma/ml semen atau lebih. Bila 10 juta/ml atau kurang maka menujukkan konsentrasi yang rendah (kurang subur). Hitungan 40 juta sperma/ml atau lebih berarti sangat subur. Jarang sekali ada pria yang sama sekali tidak memproduksi sperma. Kurangnya konsentrasi sperma ini dapat disebabkan oleh testis yang kepanasan (misalnya karena selalu memakai celana ketat), terlalu sering berejakulasi (hiperseks), merokok, alkohol dan kelelahan.
3. Tidak ada semen
Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang.
4. Varikosel (varicocele)
Varikosel adalah varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis. Sebagaimana diketahui, testis adalah tempat produksi dan penyimpanan sperma. Varises yang disebabkan kerusakan pada sistem katup pembuluh darah tersebut membuat pembuluh darah melebar dan mengumpulkan darah. Akibatnya, fungsi testis memproduksi dan menyalurkan sperma terganggu.
5. Testis tidak turun
Testis gagal turun adalah kelainan bawaan sejak lahir, terjadi saat salah satu atau kedua buah pelir tetap berada di perut dan tidak turun ke kantong skrotum. Karena suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu pada skrotum, produksi sperma mungkin terganggu.
6. Kekurangan hormon testosteron
Kekurangan hormon ini dapat memengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma.
7. Kelainan genetik
Dalam kelainan genetik yang disebut sindroma Klinefelter, seorang pria memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y. Hal ini menyebabkan pertumbuhan abnormal pada testis sehingga sedikit atau sama sekali tidak memproduksi sperma.
Dalam penyakit Cystic fibrosis, beberapa pria penderitanya tidak dapat mengeluarkan sperma dari testis mereka, meskipun sperma tersedia dalam jumlah yang cukup. Hal ini karena mereka tidak memiliki vas deferens, saluran yang menghubungkan testis dengan saluran ejakulasi.
8. Infeksi
Infeksi dapat memengaruhi motilitas sperma untuk sementara. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore sering menyebabkan infertilitas karena menyebabkan skar yang memblokir jalannya sperma.
9. Masalah seksual
Masalah seksual dapat menyebabkan infertilitas, misalnya disfungsi ereksi, ejakulasi prematur, sakit saat berhubungan (disparunia). Demikian juga dengan penggunaan minyak atau pelumas tertentu yang bersifat toksik terhadap sperma.
10. Ejakulasi balik
Hal ini terjadi ketika semen yang dikeluarkan justru berbalik masuk ke kantung kemih, bukannya keluar melalui penis saat terjadi ejakulasi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya, di antaranya adalah diabetes, pembedahan di kemih, prostat atau uretra, dan pengaruh obat-obatan tertentu.
11. Sumbatan di epididimis/saluran ejakulasi
Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di daerah testis yang berisi sperma (epididimis) atau saluran ejakulasi. Beberapa pria tidak memiliki pembuluh yang membawa sperma dari testis ke lubang penis.
12. Lubang kencing yang salah tempat (hipoepispadia)
Kelainan bawaan ini terjadi saat lubang kencing berada di bagian bawah penis. Bila tidak dioperasi maka sperma dapat kesulitan mencapai serviks.
13. Antibodi pembunuh sperma
Antibodi yang membunuh atau melemahkan sperma biasanya terjadi setelah pria menjalani vasektomi. Keberadaan antibodi ini menyulitkannya mendapatkan anak kembali saat vasektomi dicabut.
14. Pencemaran lingkungan
Paparan polusi lingkungan dapat mengurangi jumlah sperma dengan efek langsung pada fungsi testis dan sistem hormon. Beberapa bahan kimia yang mempengaruhi produksi sperma antara lain: radikal bebas, pestisida (DDT, aldrin, dieldrin, PCPs, dioxin, furan, dll), bahan kimia plastik, hidrokarbon (etilbenzena, benzena, toluena, dan xilena), dan logam berat seperti timbal, kadmium atau arsenik.
15. Kanker Testis
Kanker testis berpengaruh langsung terhadap kemampuan testis memproduksi dan menyimpan sperma. Penyakit ini paling sering terjadi pada pria usia 18 – 32 tahun.
Sumber : http://majalahkesehatan.com/15-penyebab-infertilitas-pria/
Infertilitas terutama lebih banyak terjadi di kota-kota besar karena gaya hidup yang penuh stres, emosional dan kerja keras serta pola makan yang tidak seimbang. Infertilitas dapat terjadi dari sisi pria, wanita, kedua-duanya, maupun pasangan. Disebut infertilitas pasangan bila terjadi penolakan sperma suami oleh istri sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antigen/antibodi pasangan tersebut.
Dari sisi pria, penyebab infertilitas yang paling umum terjadi adalah:
1. Bentuk dan gerakan sperma yang tidak sempurna
Sperma harus berbentuk sempurna serta dapat bergerak cepat dan akurat menuju ke telur agar dapat terjadi pembuahan. Bila bentuk dan struktur (morfologi) sperma tidak normal atau gerakannya (motilitas) tidak sempurna sperma tidak dapat mencapai atau menembus sel telur.
2. Konsentrasi sperma rendah
Konsentrasi sperma yang normal adalah 20 juta sperma/ml semen atau lebih. Bila 10 juta/ml atau kurang maka menujukkan konsentrasi yang rendah (kurang subur). Hitungan 40 juta sperma/ml atau lebih berarti sangat subur. Jarang sekali ada pria yang sama sekali tidak memproduksi sperma. Kurangnya konsentrasi sperma ini dapat disebabkan oleh testis yang kepanasan (misalnya karena selalu memakai celana ketat), terlalu sering berejakulasi (hiperseks), merokok, alkohol dan kelelahan.
3. Tidak ada semen
Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang.
4. Varikosel (varicocele)
Varikosel adalah varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis. Sebagaimana diketahui, testis adalah tempat produksi dan penyimpanan sperma. Varises yang disebabkan kerusakan pada sistem katup pembuluh darah tersebut membuat pembuluh darah melebar dan mengumpulkan darah. Akibatnya, fungsi testis memproduksi dan menyalurkan sperma terganggu.
5. Testis tidak turun
Testis gagal turun adalah kelainan bawaan sejak lahir, terjadi saat salah satu atau kedua buah pelir tetap berada di perut dan tidak turun ke kantong skrotum. Karena suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu pada skrotum, produksi sperma mungkin terganggu.
6. Kekurangan hormon testosteron
Kekurangan hormon ini dapat memengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma.
7. Kelainan genetik
Dalam kelainan genetik yang disebut sindroma Klinefelter, seorang pria memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y. Hal ini menyebabkan pertumbuhan abnormal pada testis sehingga sedikit atau sama sekali tidak memproduksi sperma.
Dalam penyakit Cystic fibrosis, beberapa pria penderitanya tidak dapat mengeluarkan sperma dari testis mereka, meskipun sperma tersedia dalam jumlah yang cukup. Hal ini karena mereka tidak memiliki vas deferens, saluran yang menghubungkan testis dengan saluran ejakulasi.
8. Infeksi
Infeksi dapat memengaruhi motilitas sperma untuk sementara. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore sering menyebabkan infertilitas karena menyebabkan skar yang memblokir jalannya sperma.
9. Masalah seksual
Masalah seksual dapat menyebabkan infertilitas, misalnya disfungsi ereksi, ejakulasi prematur, sakit saat berhubungan (disparunia). Demikian juga dengan penggunaan minyak atau pelumas tertentu yang bersifat toksik terhadap sperma.
10. Ejakulasi balik
Hal ini terjadi ketika semen yang dikeluarkan justru berbalik masuk ke kantung kemih, bukannya keluar melalui penis saat terjadi ejakulasi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya, di antaranya adalah diabetes, pembedahan di kemih, prostat atau uretra, dan pengaruh obat-obatan tertentu.
11. Sumbatan di epididimis/saluran ejakulasi
Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di daerah testis yang berisi sperma (epididimis) atau saluran ejakulasi. Beberapa pria tidak memiliki pembuluh yang membawa sperma dari testis ke lubang penis.
12. Lubang kencing yang salah tempat (hipoepispadia)
Kelainan bawaan ini terjadi saat lubang kencing berada di bagian bawah penis. Bila tidak dioperasi maka sperma dapat kesulitan mencapai serviks.
13. Antibodi pembunuh sperma
Antibodi yang membunuh atau melemahkan sperma biasanya terjadi setelah pria menjalani vasektomi. Keberadaan antibodi ini menyulitkannya mendapatkan anak kembali saat vasektomi dicabut.
14. Pencemaran lingkungan
Paparan polusi lingkungan dapat mengurangi jumlah sperma dengan efek langsung pada fungsi testis dan sistem hormon. Beberapa bahan kimia yang mempengaruhi produksi sperma antara lain: radikal bebas, pestisida (DDT, aldrin, dieldrin, PCPs, dioxin, furan, dll), bahan kimia plastik, hidrokarbon (etilbenzena, benzena, toluena, dan xilena), dan logam berat seperti timbal, kadmium atau arsenik.
15. Kanker Testis
Kanker testis berpengaruh langsung terhadap kemampuan testis memproduksi dan menyimpan sperma. Penyakit ini paling sering terjadi pada pria usia 18 – 32 tahun.
Sumber : http://majalahkesehatan.com/15-penyebab-infertilitas-pria/
Selasa, 06 Maret 2012
Tips menghilangkan kebiasaan onani
Onani, termasuk salah satu kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukkan oleh beberapa orang. Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, penulis memliki beberapa langkah praktis yang perlu dicoba.
Caranya sebagai berikut:
1. Selalu berpikir positif, abaikan pikiran-pikiran negatif yang menjurus kepada fantasi seks.
2. Jangan berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan kegiatan apa-apa, usahakan menyibukan diri dengan cara membaca buku, mengetik, atau mengerjakan tugas.
3. Olah raga secara teratur.
4. Hindari pergaulan bebas.
5. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi.
6. Ingat selalu ada Malaikat di sisi kanan dan kiri kita, dan tentunya ada Tuhan yang selalu Mengawasi kita.
7. Pegang komitmen ingin sembuh dari candu onani.
8. Semoga lekas sembuh.
Sumber : http://gupakanwarak.wordpress.com/
Caranya sebagai berikut:
1. Selalu berpikir positif, abaikan pikiran-pikiran negatif yang menjurus kepada fantasi seks.
2. Jangan berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan kegiatan apa-apa, usahakan menyibukan diri dengan cara membaca buku, mengetik, atau mengerjakan tugas.
3. Olah raga secara teratur.
4. Hindari pergaulan bebas.
5. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi.
6. Ingat selalu ada Malaikat di sisi kanan dan kiri kita, dan tentunya ada Tuhan yang selalu Mengawasi kita.
7. Pegang komitmen ingin sembuh dari candu onani.
8. Semoga lekas sembuh.
Sumber : http://gupakanwarak.wordpress.com/
Tips menghilangkan kebiasaan onani
Onani, termasuk salah satu kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukkan oleh beberapa orang. Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, penulis memliki beberapa langkah praktis yang perlu dicoba.
Caranya sebagai berikut:
1. Selalu berpikir positif, abaikan pikiran-pikiran negatif yang menjurus kepada fantasi seks.
2. Jangan berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan kegiatan apa-apa, usahakan menyibukan diri dengan cara membaca buku, mengetik, atau mengerjakan tugas.
3. Olah raga secara teratur.
4. Hindari pergaulan bebas.
5. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi.
6. Ingat selalu ada Malaikat di sisi kanan dan kiri kita, dan tentunya ada Tuhan yang selalu Mengawasi kita.
7. Pegang komitmen ingin sembuh dari candu onani.
8. Semoga lekas sembuh.
Sumber : http://gupakanwarak.wordpress.com/
Caranya sebagai berikut:
1. Selalu berpikir positif, abaikan pikiran-pikiran negatif yang menjurus kepada fantasi seks.
2. Jangan berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan kegiatan apa-apa, usahakan menyibukan diri dengan cara membaca buku, mengetik, atau mengerjakan tugas.
3. Olah raga secara teratur.
4. Hindari pergaulan bebas.
5. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi.
6. Ingat selalu ada Malaikat di sisi kanan dan kiri kita, dan tentunya ada Tuhan yang selalu Mengawasi kita.
7. Pegang komitmen ingin sembuh dari candu onani.
8. Semoga lekas sembuh.
Sumber : http://gupakanwarak.wordpress.com/
Pria Melakukan Onani Rata-rata 2000 Kali Sepanjang Hidupnya
Jakarta, Hampir semua pria pernah melakukan onani sepanjang hidupnya baik yang masuk kategori jarang atau rutin. Survei mencatat sepanjang hidupnya, pria rata-rata melakukan masturbasi sebanyak 2.000 kali yang membuatnya mencapai ejakalusi.
Masturbasi dalam konteks moderen dipandang sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan, memuaskan, perilaku yang bisa diterima alias normal dan aman dari risiko terkena infeksi menular seksual.
Pria sudah mulai melakukan masturbasi di usia 11-14 tahun. Masturbasi ini akan dilakukan hingga si pria punya pasangan tetap untuk berhubungan seks. Ada periode aktif rata-rata selama 20 tahun pria melakukan masturbasi sebelum ia memiliki pasangan bercinta.
Selama periode aktif itu, rata-rata pria melakukan onani selama 2 kali seminggu, walaupun banyak juga yang kurang dari itu atau lebih dari itu. Sehingga didapatkan rata-rata pria yang mengalami masturbasi sebanyak 2000 kali sepanjang hidupnya.
Dr David Delvin dalam tulisannya di netdoctor, Minggu (10/7/2011) mengatakan saat anak lelaki sudah mengetahui penisnya bisa 'bicara' (terangsang) saat itulah ia mulai berpikir melakukan onani. Tidak mengherankan akhirnya si anak laki-laki ini menggerayangi daerah seputar kelaminnya dan menemukan bahwa masturbasi dapat menyebabkan orgasme dan ejakulasi, yang semua ini dinilai menarik dan menyenangkan.
Berbeda dengan tradisi di Timur yang masih menganggap masturbasi sebagai perbuatan dosa, pria di Barat lebih berani dan tidak ragu-ragu melakukan masturbasi. Masturbasi dianggap sebagai bentuk seks yang paling aman dan lebih memuaskan dibandingkan melakukan hubungan seks satu malam dengan orang yangbaru dikenal (one night stand).
Menurut Dr David, pria yang sudah menikah pun masih ada yang sering melakukan masturbasi. Begitu juga pria usia 70-80 tahun masih melakukan masturbasi beberapa kali dalam seminggu.
"Tapi secara umum pria yang paling banyak melakukan masturbasi adalah usia remaja. Frekuensinya kemudian akan berkurang secara bertahap saat usianya makin dewasa atau sudah punya pasangan," kata Dr David.
Yang ditakutkan adalah jika pria melakukan masturbasi terlalu sering yang membuat alat kelaminnya bengkak atau terluka, hingga risiko mengalami ejakulasi dini atau ejakulasi terlambat saat mempunyai pasangan bercinta.
Hal senada diungkapkan pakar seks, Dr Andri Wanananda dalam konsultasi kesehatan di detikHealth. Menurutnya, onani adalah perilaku yang normal bila dilakukan tidak sampai mengganggu kegiatan rutin dan produktivitas kerja sehari-hari.
Namun kebiasaan onani yang terlalu berlebihan sering berisiko mengalami ejakulasi dini saat melakukan hubungan dengan partner yang nyata. Ini karena saat onani, pria terbiasa melakukan ejakulasi yang cepat karena tidak ada partner. Sehingga dikhawatirkan jika sudah punya partner yang nyata kebiasaan itu akan berlanjut.
Padahal saat sudah punya pasangan nyata, harus juga memperhatikan ejakulasi pasangannya. Jangan sampai si pria sudah klimaks tapi wanitanya belum apa-apa sehingga si wanita merasa tidak mencapai orgasme.
Menurut Dr Andri untuk mengurangi kebiasaan onani yang terlalu berlebihan, energi bisa disalurkan ke kegiatan positif seperti berolahraga, tidak bersentuhan dengan hal-hal yang berbau pornografi atau memperbanyak kegiatan lain yang positif.<
(ir/ir)
Sumber : http://us.health.detik.com/read/2011/07/10/160240/1678221/763/pria-melakukan-onani-rata-rata-2000-kali-sepanjang-hidupnya
Masturbasi dalam konteks moderen dipandang sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan, memuaskan, perilaku yang bisa diterima alias normal dan aman dari risiko terkena infeksi menular seksual.
Pria sudah mulai melakukan masturbasi di usia 11-14 tahun. Masturbasi ini akan dilakukan hingga si pria punya pasangan tetap untuk berhubungan seks. Ada periode aktif rata-rata selama 20 tahun pria melakukan masturbasi sebelum ia memiliki pasangan bercinta.
Selama periode aktif itu, rata-rata pria melakukan onani selama 2 kali seminggu, walaupun banyak juga yang kurang dari itu atau lebih dari itu. Sehingga didapatkan rata-rata pria yang mengalami masturbasi sebanyak 2000 kali sepanjang hidupnya.
Dr David Delvin dalam tulisannya di netdoctor, Minggu (10/7/2011) mengatakan saat anak lelaki sudah mengetahui penisnya bisa 'bicara' (terangsang) saat itulah ia mulai berpikir melakukan onani. Tidak mengherankan akhirnya si anak laki-laki ini menggerayangi daerah seputar kelaminnya dan menemukan bahwa masturbasi dapat menyebabkan orgasme dan ejakulasi, yang semua ini dinilai menarik dan menyenangkan.
Berbeda dengan tradisi di Timur yang masih menganggap masturbasi sebagai perbuatan dosa, pria di Barat lebih berani dan tidak ragu-ragu melakukan masturbasi. Masturbasi dianggap sebagai bentuk seks yang paling aman dan lebih memuaskan dibandingkan melakukan hubungan seks satu malam dengan orang yangbaru dikenal (one night stand).
Menurut Dr David, pria yang sudah menikah pun masih ada yang sering melakukan masturbasi. Begitu juga pria usia 70-80 tahun masih melakukan masturbasi beberapa kali dalam seminggu.
"Tapi secara umum pria yang paling banyak melakukan masturbasi adalah usia remaja. Frekuensinya kemudian akan berkurang secara bertahap saat usianya makin dewasa atau sudah punya pasangan," kata Dr David.
Yang ditakutkan adalah jika pria melakukan masturbasi terlalu sering yang membuat alat kelaminnya bengkak atau terluka, hingga risiko mengalami ejakulasi dini atau ejakulasi terlambat saat mempunyai pasangan bercinta.
Hal senada diungkapkan pakar seks, Dr Andri Wanananda dalam konsultasi kesehatan di detikHealth. Menurutnya, onani adalah perilaku yang normal bila dilakukan tidak sampai mengganggu kegiatan rutin dan produktivitas kerja sehari-hari.
Namun kebiasaan onani yang terlalu berlebihan sering berisiko mengalami ejakulasi dini saat melakukan hubungan dengan partner yang nyata. Ini karena saat onani, pria terbiasa melakukan ejakulasi yang cepat karena tidak ada partner. Sehingga dikhawatirkan jika sudah punya partner yang nyata kebiasaan itu akan berlanjut.
Padahal saat sudah punya pasangan nyata, harus juga memperhatikan ejakulasi pasangannya. Jangan sampai si pria sudah klimaks tapi wanitanya belum apa-apa sehingga si wanita merasa tidak mencapai orgasme.
Menurut Dr Andri untuk mengurangi kebiasaan onani yang terlalu berlebihan, energi bisa disalurkan ke kegiatan positif seperti berolahraga, tidak bersentuhan dengan hal-hal yang berbau pornografi atau memperbanyak kegiatan lain yang positif.<
(ir/ir)
Sumber : http://us.health.detik.com/read/2011/07/10/160240/1678221/763/pria-melakukan-onani-rata-rata-2000-kali-sepanjang-hidupnya
Langganan:
Entri (Atom)